BELAJAR, BERSATU, BERJUANG BERSAMA RAKYAT!!! SIAP SEDIA!!!

Rabu, 03 Juni 2015

CINTA, GAYA DAN KAPITALISME

Penulis: Inne Hardiyanti
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik
Jurusan - Ilmu Pemerintahan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA), Serang - Banten
Anggota Eksekutif Komisariat LMND - UNTIRTA


Cinta adalah sebuah rasa yang mengkaitkan satu individu dengan individu lainnya, rasa ingin memiliki, ingin melindungi bahkan terkadang memunculkan hasrat seksual. terkadang dengan alasan cinta, kehormatan seseorang terlepaskan, mirisnya lagi adalah konsep cinta untuk masa kekinian, mengubah satu individu menjadi lebih terbuka dan banyak mengekspresikannya ke dalam hal yang tidak pantas, ini tidak terlepas dari kecanggihannya dunia. Gaya adalah suatu hal yang ditonjolkan oleh seseorang atau bahkan kelompok, untuk menunjukan eksitensi mereka dalam bermasyarakat, atau bisa dikatakan gaya adalah ciri. maka apa keterkaitan antara cinta, gaya dan kapitalis. Tiga hal ini tidak dapat dipisahkan karena ada keterkaitan antara mereka. Kapitalis mengunakan gaya untuk mempengaruhi cinta karna hal tersebut sangat mudah mempengaruhi masyarakat awam. kita tahu bahwa kapitalisme adalah suatu paham yang tujuannya untuk meraup keuntungan sebanyak mungkin. Dengan semakin modernnya jaman, segala bentuk teknologi membanjiri masyrakat. kapitalisme mengkondisikan kaum-kaum muda, dimana mereka belum paham dan hanya mengikuti perkembangan jaman, contoh dengan kecanggihan handphone yang sekarang ini, memudahkan suatu individu untuk mengakses situs-situs yang ada di intenet, dengan pondasi agama yang kurang, banyak dari kaum muda indonesia yang berusaha memuasakan hasrat seksualnya dengan mengakses situs porno, dan dengan keingintahuan yang tinggi kadang mereka mencoba mempraktekannya. Dengan kondisi inilah kapitalisme memanfaatkan keadaan, dengan cara menjual DVD porno, dari sini lah muncul free sex atau sek bebas. suatu hubungan akan dianggap norak, jika mereka tidak melalukan kegiatan sex, baik itu berupa ciuman maupun yang lainnya. Bahkan kaum kapitalisme mengemasnya begitu cantik agar dapat menyelubungkan maksud dan tujuannya, seperti muncul drama-drama yang mengadaptasi “cinta adalah sentuhan fisik”, atau film-film keluaran hollywood yang semakin hari semakin banyak. hal ini sangat menguntukan mereka, karena dengan ditanamkan kondisi seperti itu, barang yang mereka jual akan sangat laku dipasaran. dengan bodohnya sebagian film indonesia mencoba berusaha bersaing dengan cara mengumbar sensualitas, dan ini semakin memperparah kondisi mental kaum muda. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar