Penulis:
Inne Hardiyanti
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu
Politik
Jurusan - Ilmu Pemerintahan
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA),
Serang - Banten
Anggota Eksekutif Komisariat LMND - UNTIRTA
Cinta adalah sebuah rasa yang mengkaitkan satu
individu dengan individu lainnya, rasa ingin memiliki, ingin melindungi bahkan
terkadang memunculkan hasrat seksual. terkadang dengan alasan cinta, kehormatan
seseorang terlepaskan, mirisnya lagi adalah konsep cinta untuk masa kekinian,
mengubah satu individu menjadi lebih terbuka dan banyak mengekspresikannya ke
dalam hal yang tidak pantas, ini tidak terlepas dari kecanggihannya dunia. Gaya
adalah suatu hal yang ditonjolkan oleh seseorang atau bahkan kelompok, untuk
menunjukan eksitensi mereka dalam bermasyarakat, atau bisa dikatakan gaya
adalah ciri. maka apa keterkaitan antara cinta, gaya dan kapitalis. Tiga hal ini tidak dapat
dipisahkan karena ada keterkaitan antara mereka. Kapitalis mengunakan gaya untuk mempengaruhi cinta
karna hal tersebut sangat mudah mempengaruhi masyarakat awam. kita tahu bahwa
kapitalisme adalah suatu paham yang tujuannya untuk meraup keuntungan sebanyak
mungkin. Dengan
semakin modernnya jaman, segala bentuk teknologi membanjiri masyrakat. kapitalisme
mengkondisikan kaum-kaum muda, dimana mereka belum paham dan hanya mengikuti
perkembangan jaman, contoh dengan kecanggihan handphone yang sekarang ini,
memudahkan suatu individu untuk mengakses situs-situs yang ada di intenet,
dengan pondasi agama yang kurang, banyak dari kaum muda indonesia yang berusaha
memuasakan hasrat seksualnya dengan mengakses situs porno, dan dengan keingintahuan
yang tinggi kadang mereka mencoba mempraktekannya. Dengan kondisi inilah
kapitalisme memanfaatkan keadaan, dengan cara menjual DVD porno, dari sini lah
muncul free sex atau sek bebas. suatu hubungan akan dianggap norak, jika mereka
tidak melalukan kegiatan sex, baik itu berupa ciuman maupun yang lainnya. Bahkan kaum kapitalisme
mengemasnya begitu cantik agar dapat menyelubungkan maksud dan tujuannya,
seperti muncul drama-drama yang mengadaptasi “cinta adalah sentuhan fisik”,
atau film-film keluaran hollywood yang semakin hari semakin banyak. hal ini
sangat menguntukan mereka, karena dengan ditanamkan kondisi seperti itu, barang
yang mereka jual akan sangat laku dipasaran. dengan bodohnya sebagian film
indonesia mencoba berusaha bersaing dengan cara mengumbar sensualitas, dan ini
semakin memperparah kondisi mental kaum muda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar