Untuk memperbaiki pekerjaan massa
daripada organisasi (pelopor) --progresif revolusioner, kita senantiasa
mengombinasi pekerjaan berkobar-kobar dengan pekerjaan tekun,
mengombinasi pekerjaan mengobarkan semangat dengan pekerjaan sehari-hari yang
praktis, mendalam dan teliti, meliputi bidang-bidang organisasi, pendidikan,
politik, dan ideologi.
Tanpa pekerjaan berkobar-kobar tidak
mungkin ada mobilisasi dan pernyataan kebulatan tekad massa, dan tanpa pekerjaan
yang tekun tidak mungkin ada persiapan yang baik untuk aksi berkobar-kobar dan
tidak mungkin mengkonsolidasi hasil-hasil aksi berkobar-kobar.
Hanya dengan berpedoman pada “berjalan
dengan dua kaki” bahwa setiap aksi-aksi massa organisasi pelopor --progresif
revolusioner bisa berhasil baik dan daya juang massa akan terus meningkat.
Aksi massa yang berhasil ialah aksi yang mengonsolidasi persatuan massa,
meningkatkan kesadaran politik massa (kader anggota), dan memperkuat kemampuan
organisasi sebagai alat perjuangan politik massa.
Tentang keharusan mengombinasi
pekerjaan berkobar-kobar dengan pekerjaan tekun sudah luas dipahami oleh
kader-kader organisasi pelopor --progresif revolusioner, dan di banyak
tempat pedoman ini memang sudah dilaksanakan. Tetapi pelaksanaannya belum
seimbang karena pekerjaan tekun pada umumnya belum cukup baik, sehingga dengan
demikian dasar untuk aksi yang berkobar-kobar yang terpimpin tidak kuat dan
pekerjaan berkobar-kobar yang sudah berlangsung tidak dapat dikonsolidasi dengan
baik. Masih kurang baiknya pekerjaan tekun ini menyebabkan kolektif (badan legal
pekerja organisasi) kurang mampu memelihara kontinyuitas pekerjaannya, kurang
mengetahui keadaan sosial-ekonomi, kesadaran berorganisasi dan kesadaran
politik daripada massa.
Oleh karena itu, di masa-masa datang
organisasi pelopor --progresif revolusioner harus memberikan lebih kuat
tekanan pada pekerjaan tekun di kalangan massa, harus mendidik dan melatih
banyak kader untuk ini, harus menjalankan politik penempatan kader yang lebih
sesuai dalam rangka penyesuaian kebutuhan kerja revolusioner organisasi dengan
perkembangan situasi yang cepat. Dalam pada itu perlu dicari bentuk-bentuk tata
sibuk yang sekaligus menyatukan kegiatan-kegiatan tekun dengan kegiatan
berkobar-kobar, yang sekaligus menyatukan pekerjaan pendidikan dengan pekerjaan
organisasi, tetapi yang juga dapat dikerjakan oleh anggota-anggota yang paling
terbelakang, seperti misalnya ”gerakan demokratisasi dan kesejahteraan
mahasiswa dalam kampus terkait dengan keberadaan pendidikan nasional,
beranjangsana dengan membawa tema-tema yang mudah atau dengan menggunakan
penerbitan-penerbitan kecil, selebaran, dan sebagainya.”
Pengalaman-pengalaman pekerjaan tekun
yang berhasil dan yang gagal harus dikumpulkan, dianalisa dan disimpulkan agar
kita dapat membikin pedoman yang lebih baik buat pekerjaan ini.
Adanya seorang atau beberapa penekun
di pimpinan organisasi-organisasi massa ditingkat atas sampai ke bawah seperti
yang sudah mulai kita lihat sekarang, sudah tentu baik sekali dan harus
diperluas. Tetapi soalnya lagi ialah, apakah para penekun itu sudah benar-benar
mencurahkan segenap perhatiannya pada pekerjaan yang dipertanggungjawabkan
kepadanya, sehingga ia benar-benar telah mengambil dalam tanggung jawabnya
pekerjaan praktis sehari-hari secara mendalam dan teliti yang meliputi bidang
penghidupan massa, bidang organisasi, pendidikan, politik dan ideologi. Ini
adalah pekerjaan besar, membutuhkan sangat banyak kader karena pekerjaan ini
tidak mungkin dikerjakan oleh kader yang banyak rangkapan.
Oleh karena itu, kawan-kawan,
organisasi pelopor --progresif revolusioner harus selalu meningkatkan
lagam kerja secara sistematis, untuk terus menerus melaksanakan politik
kader dan cara mengurus kader. Mengenai politik kader dan cara
mengurus kader kita sudah mempunyai patokan-patokan yang jelas. Dengan
berpegang teguh pada politik dan cara mengurus kader ini, tiap kolektif (badan
legal pekerja organisasi) dari semua tingkat juga kawan-kawan yang bekerja
dalam organisasi-organisasi massa, harus lebih berani mengadakan promosi
kader.
Jika masih ada ketakutan atau
kekurangpercayaan kepada kader-kader bawahan yang hanya bisa maju jika mereka
diberi tanggung jawab yang lebih besar. Kita tidak bisa berbicara tentang
memupuk sejumlah besar orang yang pandai dan berwatak, tentang mengurangi
rangkapan dan tentang penyesuaian organisasi dengan situasi yang berkembang
cepat, Tidak ada kader yang bodoh atau kader yang jelek. Mereka adalah
orang-orang revolusioner, yang masuk barisan revolusi tanpa ada yang menyuruh
apalagi yang memaksa. Mereka adalah anak-anak revolusi. Berilah tempat yang
wajar pada mereka dalam barisan revolusi. Ini juga berarti mengembangkan “the
new emerging forces”.
Jadi jelaslah, bahwa memperbaiki
pekerjaan tekun juga sangat penting dalam usaha menciptakan banyak kader.
Pekerjaan tekun harus kita lakukan sambil terus melaksanakan pedoman “berjalan
dengan dua kaki”. Pada pokoknya pedoman ini sudah dilaksanakan, dan
kenyataannya memang demikian, namun sebagai organisasi pelopor --progresif
revolusioner yang selalu berjuang meningkatkan kemampuan kerja (ideologi,
politik, organisasi), harus diakui bahwa
masih terdapat banyak kekurangan, terutama mengenai pekerjaan tekun, dan ini
merupakan tuntutan sejarah revolusi bagi kemenangan seluruh massa-rakyat.
"Majulah, Belajar Berjuang
Bersatu Bersama Massa Perkuat Persatuan Nasional Anti Imperialis-Kapitalisme
Untuk Kesejahteraan Rakyat, Untuk Pembebasan Rakyat, Untuk Sosialisme!"
(Alamputra, 1923)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar