BELAJAR, BERSATU, BERJUANG BERSAMA RAKYAT!!! SIAP SEDIA!!!

Selasa, 09 Juni 2015

Maju Terus Menempa Persatuan Dengan Massa Rakyat!

Untuk memperbaiki pekerjaan massa daripada organisasi (pelopor) --progresif revolusioner, kita senantiasa mengombinasi pekerjaan berkobar-kobar dengan pekerjaan tekun, mengombinasi pekerjaan mengobarkan semangat dengan pekerjaan sehari-hari yang praktis, mendalam dan teliti, meliputi bidang-bidang organisasi, pendidikan, politik, dan ideologi.
Tanpa pekerjaan berkobar-kobar tidak mungkin ada mobilisasi dan pernyataan kebulatan tekad massa, dan tanpa pekerjaan yang tekun tidak mungkin ada persiapan yang baik untuk aksi berkobar-kobar dan tidak mungkin mengkonsolidasi hasil-hasil aksi berkobar-kobar.
Hanya dengan berpedoman pada “berjalan dengan dua kaki” bahwa setiap aksi-aksi massa organisasi pelopor --progresif revolusioner bisa berhasil baik dan daya juang massa akan terus meningkat. Aksi massa yang berhasil ialah aksi yang mengonsolidasi persatuan massa, meningkatkan kesadaran politik massa (kader anggota), dan memperkuat kemampuan organisasi sebagai alat perjuangan politik massa.
Tentang keharusan mengombinasi pekerjaan berkobar-kobar dengan pekerjaan tekun sudah luas dipahami oleh kader-kader organisasi pelopor --progresif revolusioner, dan di banyak tempat pedoman ini memang sudah dilaksanakan. Tetapi pelaksanaannya belum seimbang karena pekerjaan tekun pada umumnya belum cukup baik, sehingga dengan demikian dasar untuk aksi yang berkobar-kobar yang terpimpin tidak kuat dan pekerjaan berkobar-kobar yang sudah berlangsung tidak dapat dikonsolidasi dengan baik. Masih kurang baiknya pekerjaan tekun ini menyebabkan kolektif (badan legal pekerja organisasi) kurang mampu memelihara kontinyuitas pekerjaannya, kurang mengetahui keadaan sosial-ekonomi, kesadaran berorganisasi dan kesadaran politik daripada massa.
Oleh karena itu, di masa-masa datang organisasi pelopor --progresif revolusioner harus memberikan lebih kuat tekanan pada pekerjaan tekun di kalangan massa, harus mendidik dan melatih banyak kader untuk ini, harus menjalankan politik penempatan kader yang lebih sesuai dalam rangka penyesuaian kebutuhan kerja revolusioner organisasi dengan perkembangan situasi yang cepat. Dalam pada itu perlu dicari bentuk-bentuk tata sibuk yang sekaligus menyatukan kegiatan-kegiatan tekun dengan kegiatan berkobar-kobar, yang sekaligus menyatukan pekerjaan pendidikan dengan pekerjaan organisasi, tetapi yang juga dapat dikerjakan oleh anggota-anggota yang paling terbelakang, seperti misalnya ”gerakan demokratisasi dan kesejahteraan mahasiswa dalam kampus terkait dengan keberadaan pendidikan nasional, beranjangsana dengan membawa tema-tema yang mudah atau dengan menggunakan penerbitan-penerbitan kecil, selebaran, dan sebagainya.”
Pengalaman-pengalaman pekerjaan tekun yang berhasil dan yang gagal harus dikumpulkan, dianalisa dan disimpulkan agar kita dapat membikin pedoman yang lebih baik buat pekerjaan ini.
Adanya seorang atau beberapa penekun di pimpinan organisasi-organisasi massa ditingkat atas sampai ke bawah seperti yang sudah mulai kita lihat sekarang, sudah tentu baik sekali dan harus diperluas. Tetapi soalnya lagi ialah, apakah para penekun itu sudah benar-benar mencurahkan segenap perhatiannya pada pekerjaan yang dipertanggungjawabkan kepadanya, sehingga ia benar-benar telah mengambil dalam tanggung jawabnya pekerjaan praktis sehari-hari secara mendalam dan teliti yang meliputi bidang penghidupan massa, bidang organisasi, pendidikan, politik dan ideologi. Ini adalah pekerjaan besar, membutuhkan sangat banyak kader karena pekerjaan ini tidak mungkin dikerjakan oleh kader yang banyak rangkapan.
Oleh karena itu, kawan-kawan, organisasi pelopor --progresif revolusioner harus selalu meningkatkan lagam kerja secara sistematis, untuk terus menerus melaksanakan politik kader dan cara mengurus kader. Mengenai politik kader dan cara mengurus kader kita sudah mempunyai patokan-patokan yang jelas. Dengan berpegang teguh pada politik dan cara mengurus kader ini, tiap kolektif (badan legal pekerja organisasi) dari semua tingkat juga kawan-kawan yang bekerja dalam organisasi-organisasi massa, harus lebih berani mengadakan promosi kader.
Jika masih ada ketakutan atau kekurangpercayaan kepada kader-kader bawahan yang hanya bisa maju jika mereka diberi tanggung jawab yang lebih besar. Kita tidak bisa berbicara tentang memupuk sejumlah besar orang yang pandai dan berwatak, tentang mengurangi rangkapan dan tentang penyesuaian organisasi dengan situasi yang berkembang cepat, Tidak ada kader yang bodoh atau kader yang jelek. Mereka adalah orang-orang revolusioner, yang masuk barisan revolusi tanpa ada yang menyuruh apalagi yang memaksa. Mereka adalah anak-anak revolusi. Berilah tempat yang wajar pada mereka dalam barisan revolusi. Ini juga berarti mengembangkan “the new emerging forces”.
Jadi jelaslah, bahwa memperbaiki pekerjaan tekun juga sangat penting dalam usaha menciptakan banyak kader. Pekerjaan tekun harus kita lakukan sambil terus melaksanakan pedoman “berjalan dengan dua kaki”. Pada pokoknya pedoman ini sudah dilaksanakan, dan kenyataannya memang demikian, namun sebagai organisasi pelopor --progresif revolusioner yang selalu berjuang meningkatkan kemampuan kerja (ideologi, politik, organisasi), harus diakui  bahwa masih terdapat banyak kekurangan, terutama mengenai pekerjaan tekun, dan ini merupakan tuntutan sejarah revolusi bagi kemenangan seluruh massa-rakyat.
"Majulah, Belajar Berjuang Bersatu Bersama Massa Perkuat Persatuan Nasional Anti Imperialis-Kapitalisme Untuk Kesejahteraan Rakyat, Untuk Pembebasan Rakyat, Untuk Sosialisme!"


(Alamputra, 1923

Tidak ada komentar:

Posting Komentar