Oleh: Amanah Nurtasari
Kau
tak menimba ilmu mendalam
Hanya
menyimak dari buku yang ayah bawa
Haus
akan ilmu yang tersua
Menjulangmu
pada evolusi memelikan
Sapamu
pada noni Belanda sebelah rumah
Menatarmu
telaah sulam dan renda
Hingga
logikamu berdialiektis
Menitih
para wanita berproduktif
Tanpa
ragu kau bangun istana ilmu
Berbagi
pada kaum hawa yang kosong
Mengisi
gelas-gelas ini melampaui tapal batas
Kau
detakan nyawa sejati si manis termarginal
Tanganmu
kini menari
Berpena
tinta emas berujung dunia
Merajut
buah nalar eksploritas
Kau
kuliti setiap hati dan mata
Namun
apa dikata
Perjuangan
tetaplah punya cerita
Ombak
caci dan fitnah menerjang
Persidangan
hanya mengurai derai airmata
Akhirnya
kau bebas dan berkelana
Bukittinggi
saksi bisu keberadaannya
88
tahun nyata tertitih
Kau
wanita multidimensi bangkitkan harkat manusiawi
Ku
kenal kau sebagai Rohana Kudus
Nama
sederhana penuh pengumulan
Di
tengah pergolakan bangsa
Kau
berlian tangguh berelok rupa
Terang
akalmu mengarak pada gerbang senyuman
Gerbang
keinsyafan diri wanita bergerak
Dan
berdiri di wangi bunga jasamu
Kau
dianugrahi Bintang Jasa Utama
Walau
ragamu kini dimakan cacing
Satu
keyakinan dalam benak ragawi
Namamu
tersirat dalam nafas garis revolusi
Perjuanganmu
takkan berhenti disini!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar