(Antologi Puisi Orang-
Orang Sandiwara)
Oleh: Amanah Nurtasari
Pagi
ini matahari tersenyum singit padaku
Ntah
karena aku mengantuk atau lusuh bau
Nyatanya
malam selimutiku hujan hingga demam
Kusadari atap tidurku menangis tak ditemani bintang
Kubuka
mata seraya kokohkan raga
Tertatih-tatih
meraih tas kesayangan
Bukan
ku isi dengan ilmu
Lebih
dari itu, mengais sampah tuk mengisi perut
Tapak
langkah mulai ku hentakan
Berharap
hari ini dapat beli obat agar TBC ibu reda
Serta
bisakah sekejap tau apa rasa ayam bakar
Dan
berkediaman rumah berdinding sepaket atap
Namun…
Siapakah
aku???
Saat
ku tengok kelas ber-AC itu
Dengan
seragam bagus menuntut ilmu
Ibu…
Mengapa
dunia kejam padaku?
Bolehkah
ku tukar puing-puing masa depanku
Dengan
lembaran tulisan ilmu pembuka cakrawala
Oh
Ibu..
Aku
ingin hinggap pada topi bertali gelar
Yang
dipindahkan talinya
Maka
banggalah dipanggil sarjana
Aku
ingin bersekolah, bu..
Agar
melihat senyum indahmu seperti saat melahirkanku
Agar
aku mengerti yang sering raga almamater lantunkan
Bahwa
aku ada karena aku berpikir
Dunia…
Kau
terus berputar tanpa lelah
Dan
kutatap diriku dari pantulan mobil mengkilat dijalan
Aku
tetap si lusuh berkarung sampah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar